Rabu, 24 November 2010

Pengantar Bisnis Bab 4

Kewiraswastaan dan Perusahaan Kecil

Pengertian Kewiraswastan

Kewiraswastaan adalah kemampuan seseorang menginvestasikan dan mempertaruhahkan waktu,uang,dan usaha,untuk memulai suatu perusahaan agar dapat berhasil. Melalui upaya yang dijalankan, yang bersangkutan merencanakan dan mengharapkan kompensasi dalam bentuk keuntungan disamping juga kepuasaan.

Pengertian wiraswasta dalam istilah berasal dari dua kata, yakni ‘wira’ dan ‘swasta’. Wira memiliki arti berani, utama, atau perkasa. Sedangkan swasta ternyata juga berasal dari dua kata, yakni ‘swa’ dan ‘sta’. Swa artinya sendiri, dan sta, berarti berdiri. Jadi, swasta bisa dimaknai berdiri di atas kekuatan sendiri. ( Wasty Soemanto, 1984 : 43). Jadi pengertian wiraswasta ialah keberanian, keutamaan, atau keperkasaan dalam berusaha dengan bersandar pada kekuatan sendiri.

Istilah wirausaha atau wiraswasta merupakan terjemahan dari kata entrepreneurship. Entrepreneurship sendiri berasal dari bahasa Perancis yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan arti between taker atau go-between. Dalam kepustakaan bisnis beberapa sarjana Amerika, entrepreneurship diartikan sebagai kegiatan individual atau kelompok yang membuka usaha baru dengan maksud memperoleh keuntungan, memelihara usaha itu dan membesarkannya, dalam bidang produksi maupun distribusi barang-barang ekonomi maupun jasa. Kewiraswataan disebut juga dengan entrepreneurship.

Wirausaha atau wiraswasta harus memiliki pribadi yang memiliki kemampuan untuk :

1. Berdiri diatas kekuatan sendiri.

2. Mengambil keputusan untuk diri sendiri.

3. Menetapkan atas tujuan dasar pertimbangan sendiri.

4. Menggerakan perekonomian masyarakat untuk maju kedepan .

5. Mengambil resiko.

6. Memanfaatkan kesempatan yang ada.

7. Supel dan fleksibel dalam bergaul, mampu menerima kritik untuk membangun, komunikasi yang efektif dengan orang lain.

8. Belajar dari pengalaman.

9. Memiliki semangat bersaing.

10. Kerja keras dan motivasi yang tinggi.

11. Rasa percaya diri atas kemampuan yang dimiliki.

12. Tingkat energinya tinggi.

13. Tegas

14. Menguasai berbagai pengetahuan,dan masih banyak lagi.

Peranan wiraswasta atau wirausaha, antara lain:

1. Mencari keuntungan bisnis.

2. Membawa perusahaan kearah kemampuan, perkembangan, serta kontinuitas.

3. Memperkenalkan hasil produksi.

4. Memperkenalkan cara produksi baru.

5. Memperkenalkan hasil produksi yang lebih maju.

6. Membuka pasar.

7. Merebutkan sumber bahan mentah ataupun setengah jadi.

8. Melaksanakan bentuk organisasi perusahaan baru.

Unsur-unsur Penting Wiraswasta atau Wirausaha

1. Unsur pengetahuan

Unsur ini mencirikan tingkat penalaran yang dimiliki seseorang karena unsur pengetahuan mencakup pendidikan, semakin tinggi dan luas pendidikan seseorang semakin luas pula pengetahuannya, maka dari itu wiraswasta dituntut untuk mempunyai keluasaan pengetahuan dan penalaran kemampuan yang tinggi.

2. Unsur keterampilan

Unsur ketrampilan wiraswastawan yang dilengkapi dengan keterampilan tinggi akan mempunyai peluang keberhasilan yang lebih tinggi pula karena keterampilan yang dimiliki memudahkan untuk memperlancar suatu penyelesaian berbagai tugas.

3. Unsur sikap

Sikap mental menggambarkan reaksi sikap dan mental seseorang ketika menghadapi suatu situasi. Berswiraswasta dituntut adanya sikap mental yang fleksibel karena jika kondisi yang tidak menguntungkan terjadi mereka mampu menunda dan menangguhkan pelaksanaan suatu pekerjaan dan memikirkan jalan alternatifnya kesempatan yang lain.

4. Unsur kewaspadaan

Kewaspadaan pemikiran atau rencana tindakan untuk menghadapi sesuatu yang mungkin terjadi atau diduga yang akan dialami,dan untuk mengantisipasi keadaan yang akan terjadi dimasa yang akan datang.

Berwiraswasta atau wirausaha memperoleh keuntungan dan kerugian. Berikut penjelasannya, antara lain :

1. Keuntungan berwiraswasta ialah:

a. Kemungkinan untuk mengantur tingkat keuntungan yang diharapkan(semakin giat usaha dan waktu yang dicurahkan,akan semakin besar perolehan keuntungan yang dimiliki).

b. Memiliki wewenang untuk memerintah dan mengelola karyawan nya.

c. Melatih ketajaman intuisi bisnis ,meningkatkan sifat tanggung jawab terhadap diri sendiri(juga terhadap keluarga,dan bangsa).

2. Kerugian berwiraswasta ialah:

a. Tanggung jawab yang besar terhadap kelangsungan usaha.

b. Perlu menjaga relasi yang baik bagi pihak-pihak terkait dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan.

c. Menanggung beban akibat kerugian perusahaan,

d. Pencurahan waktu kerja.

e. Mampu membentuk pengorbanan lainnya yang berkaitan dengan keluarga.

Perusahaan kecil dalam lingkungan perusahaan

Usaha kecil merupakan usaha yang mempunyai jumlah tenaga kerja kurang dari 50 orang, atau berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1999 kategori usaha kecil adalah yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,00 (tidak termasuk tanah dan bangunan); penjualan paling banyak Rp. 1.000.000.000,00; milik Warga Negara Indonesia, bukan afiliasi badan usaha lain (berdiri sendiri), dan berbentuk usaha perorangan, badan usaha, atau koperasi.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Pengertian Usaha Kecil yaitu: Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah.

Cara-cara memasuki Perusahaan

1. Membeli perusahaan yang telah dibangun.

2. Memulai perusahaan baru.

3. Membeli hak lisensi.(franchising/waralaba)

Perkembangan Franchising di Indonesia

Perkembangan usaha waralaba di Indonesia saat ini dan dimasa yang akan datang mempunyai prospek yang baik dan semakin pesat kemajuannya karena dapat memberikan manfaat bagi franchisor dan franchiseenya maupun bagi konsumennya menyediakan kesempatan dalam berusaha dan lapangan kerja bagi angkatan kerja Indonesia.Waralaba juga dapat memperluas sarana dan akses pasar pagi produk-produk dan jasa Indonesia,peningkatan usaha waralaba pun dapat semakin meningkat karena perkembangan usaha semakin banyak macam yang bisa kita majukan.

Kiat-kiat memilih usaha Waralaba (Franchising)

1. Produk yang dijual harus disukai oleh semua orang contoh :dalam bidang makanan,rasa harus yang disukai semua orang.

2. Merek dagang produk harus yang sudah dikenal,paling sedikit di 5 negara dan merek tersebut dipublikasi kan di media-media.

3. Harus standar dalam segala aspek (produk,manajemen,tata ruang,dan lain-lain).

Jenis-jenis usaha yang potensial di waralabakan

Dari beberapa sektor bisnis waralaba yang sudah ada, masing-masing memiliki peluang dan potensi keuntungan yang berbeda-beda. Mungkin beberapa data berikut bisa menjadi pertimbangan anda sebelum menentukan akan berinvestasi waralaba di sektor mana, berikut jenis sektor usaha di bidang waralaba yang bisa dijajaki:

1. Jenis Usaha Waralaba Sektor Makanan

Pada tahun 2009, sektor makanan menjadi penyumbang terbesar dalam perputaran omzet bisnis waralaba di Indonesia. Menurut Dewan Pengarah WALI (Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia) , Amir Karamoy sektor ini masih akan menjadi primadona di tahun mendatang. Pasalnya, kebutuhan akan makanan dan minuman menjadi harga mati setiap orang. Ia menyarankan, masyarakat yang tertarik terjun ke bisnis makanan dan minuman bisa mencoba peluang di usaha es krim, yoghurt, fast-food, atau makanan kecil seperti donat.

2. Jenis Usaha Waralaba Sektor Ritel

Peminat sektor ritel terbilang paling tinggi tahun ini. Kontribusinya dalam perputaran bisnis waralaba menduduki peringkat kedua. Dewan Pengarah WALI Amir Karamoy masih melihat, tawaran waralaba atau kemitraan minimarket masih prospektif tahun depan. Kebutuhan masyarakat akan barang sehari hari turut menunjang perkembangan minimarket. Jangan heran, hampir di setiap lokasi perumahan selalu bisa kita jumpai minimarket. Tak jarang, letaknya saling berhimpitan.

3. Jenis Usaha Waralaba Sektor Jasa

Sepintas, sektor jasa terlihat sepele. Namun, justru karena sederhana, sektor ini bisa menjadi peluang yang sangat menarik di tahun 2010. Peluang usaha yang menarik di sektor ini misalnya bisnis jasa pencucian mobil dan motor, termasuk di antaranya jasa cuci helm. Banyak pihak meyakini, pemulihan ekonomi Indonesia akan mendongkrak pertumbuhan otomotif di Indonesia tahun depan. Ini menjadi berita baik bagi mereka yang ingin berusaha di sektor jasa otomotif.

4. Jenis Usaha Waralaba Sektor Farmasi

Salah satu subsektor bisnis ritel ini bakal menarik tahun depan. Terutama, bisnis apotek. Apalagi, pemerintah sudah menghapus ketentuan mengenai jarak antar apotek yang minimal 500 meter. Merujuk pengalaman pemilik jaringan waralaba apotek K-24 Gideon Hartono, omzet setiap gerai waralabanya bisa bertumbuh antara 15% hingga 60% dari tahun ke tahun. Ketergantungan masyarakat yang begitu tinggi terhadap obat-obatan dan vitamin menjadi penyebab utamanya.

Data-data tersebut mungkin penting untuk dijadikan pedoman dan pertimbangan sebelum memilih Jenis usaha waralaba yang akan dibeli, tentunya dengan mempertimbangkan kualitas perusahaan yang menawarkan. Dengan demikian kita bisa memilih waralaba yang benar-benar menguntungkan.

Ciri-Ciri Usaha Kecil

Ciri-ciri perusahaan kecil dan menengah di Indonesia, secara umum yaitu :

1. Manajemen berdiri sendiri, dengan kata lain tidak ada pemisahan yang tegas antara pemilik dengan pengelola perusahaan. Pemilik adalah sekaligus pengelola dalam UKM.

2. Struktur organisasi sederhana.

3. Modal disediakan oleh seorang pemilik atau sekelompok kecil pemilik modal, jangka waktu yang tidak panjang.

4. Persentase kegagalan perusahaan cukup tinggi.

5. Daerah operasinya umumnya lokal, walaupun terdapat juga UKM yang memiliki orientasi luar negeri, berupa ekspor ke negara-negara mitra perdagangan.

6. Ukuran perusahaan, baik dari segi total aset, jumlah karyawan, dan sarana prasarana yang kecil.

7. Kurangnya tenaga menejer yang handal.

Perbedaan antara kewirausahaan dan perusahaan kecil :

1. Perusahaan Kecil:

a. Umumnya dikelola pemilik

b. Struktur organisasi sederhana

c. pemilik mengenal karyawan

d. Prosentase kegagalan perusahaan tinggi

e. Kekurangan manajer yang ahli

f. Modal jangka panjang sulit diperoleh

2. Kewirausahaan atau kewiraswastaan:

a. Berpikir dan bertindak strategik, adaptif terhadap perubahan dalam berusaha mencari peluang keuntungan termasuk yang mengandung resiko agak besar dan dalam
mengatasi masalah.

b. Selalu berusaha untuk mendapat keuntungan melalui berbagai keunggulan dalam memuaskan langganan.

c. Berusaha mengenal dan mengendalikan kekuatan dan kelemahan perusahaan (dan pengusahanya) serta meningkatkan kemampuan dengan sistem pengendalian intern.

d. Selalu berusaha meningkatkan kemampuan dan ketangguhan perusahaan terutama dengan pembinaan motivasi dan semangat kerja serta pemupukan permodalan.

Kekuatan dan kelemahan perusahaan kecil

Kekuatan perusahaan kecil berkenan dengan kebebasannya untuk bertindak dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan stempatnya dan kelemahannya pun sebaliknya terutama yang berkaitan dengan spesialisasi,modal,dan jaminan pekerjaan terhadap karyawannya.

Keuntungan perusahaan kecil

Perusahaan kecil karena ruang lingkup layanannya relative kecil,sehingga penyesuaian terhadap adopsi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pasar dapat dilaksanakan dengan cepat .Penyesuaian dengan kebutuhan setempat dapat berjalan lebih baik terutama karena dekatnya perusahaan dengan masyarakat setempat,keeratan hubungan dengan pelanggan ,serta fleksibilitas penyesuain volume usaha dalam kaitannya dengan tuntutan perubahan selera pelanggannya.

Kelemahan perusahaan kecil

Perusahaan kecil biasanya yang punya modal adalah pemilik itu sendiri oleh karena itu terkadang upah tidak sesuai yang diinginkan oleh karyawan sedangkan perusahaan besar lebih besar upah dan mungkin lebih nyaman dan lebih dipandang oleh karena itu perusahaan kecil pada umumnya memiliki posisi lebih lemah dalam persaingan untuk mendapatkan tenaga kerja yang dimiliki kompetisi tinggi.

Mengembangkan perusahaan kecil

Untuk mengembangkan perusahaan diperlukan pertimbangan yang matang terhadap 3 hal:profil pribadi,profil perusahaan,serta paket pinjaman.pertimbangan yang matang untuk mengembangkan perusahaan,memerlukan kejelian yang terkait erat dengan kemampuan manajemen ,pemenuha kebutuhan modal,pemilihan bentuk kepemilikan perusahaan,dan strategi untuk memenangkan persaingan pasar.dan dengan faktor-faktor dibawah ini juga dapat mengembangangkan perusahaan, antara lain:

1. Pelayanan yang lebih baik.

2. Ruang yang lebih baik.

3. Kualitas lebih baik dengan harga sama.

4. Harga lebih murah dengan kualitas yang sama.

5. Tampilan yang lebih menarik,dll.

Tanda-tanda kegagalan

1. penjualan yang menurun

2. perbandingan utang semakin tinggi

3. biaya operasi yang semakin meningkat

4. pengurangan dalam modal kerja

5. penurunan dalam keuntungan

6. peningkatan kerugian

Kegagalan perusahaan kecil

1. kurangnya pengalaman manajemen

2. kurangnya modal

3. kurangnya promosi penjualan

4. ketidak mampuannya untuk menagih piutang yang macet

5. penggunaan teknologi yang sudah ketinggalan jaman

6. kurangnya perencanaan perusahaan

7. permasalahan kecakapan pribadi

8. kesalahan pemilihan bidang usaha,dll.

Read More

  1. http://galeriukm.web.id/artikel-usaha/memilih-jenis-produk-waralaba
  2. http://rohadieducation.wordpress.com/2007/09/01/pengertian-wiraswasta/
  3. http://id.shvoong.com/business-management/entrepreneurship/1941916-ciri-ciri-kewirausahaan-unggul-berhasil/
  4. Widyatmini. 1996. Pengantar Bisnis. Depok.: Gunadarma
  5. http://id.shvoong.com/social-sciences/economics/2037090-ukm-ciri-ciri-kelemahan-dan/
  6. http://nizsadynda.ngeblogs.info/2010/10/19/kewiraswastaan-dan-perusahaan-kecil/

7. http://mietaolivia.blogspot.com/2010/10/pengantar-bisnis-minggu_31.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar